
untuk kekasih sejati
untuk kekasih sejati
kekasih sejati akan mengerti ketika kamu berkata, " Aku lupa "
kekasih sejati akan tetap setia menunggu ketika kamu berkata, "
Tunggu sebentar "
kekasih sejati hatinya akan tetap tinggal, terikat kepadamu ketika
kamu berkata, " Tinggalkan aku sendiri "
Saat kita berkata untuk meninggalkannya,
Mungkin dia akan pergi meninggalkanmu sesaat,
Memberimu waktu untuk menenangkan dirimu sendiri,
Tetapi pada saat saat itu, hatinya tidak akan pernah meninggalkanmu
Dan sewaktu dia jauh darimu, dia akan selalu mendoakan mu
Lebih berbahaya mencucurkan air mata di dalam hati
daripada air mata yang keluar dari mata kita
Air mata yang keluar dari mata kita dapat dihapus,
Sementara air mata yang tersembunyi,
Akan menggoreskan luka di dalam hati
yang bekasnya tidak akan pernah hilang
Walaupun dalam urusan cinta, kita sangat jarang menang,
Tetapi ketika cinta itu tulus...
meskipun mungkin kelihatannya kita kalah,
Tetapi sebenarnya kita menang karena kita dapat berbahagia
sewaktu kita dapat mencintai seseorang
Lebih dari kita mencintai diri kita sendiri...
Akan tiba saatnya dimana kita harus berhenti mencintai seseorang
Bukan karena orang itu berhenti mencintai kita
Atau karena ia tidak mempedulikan kita
Melainkan saat kita menyadari bahwa orang itu
Akan lebih berbahagia apabila kita memilikinya
Tetapi apabila kita benar benar mencintai seseorang,
Jangan dengan mudah kita melepaskannya
Berjuanglah demi cintamu... Fight for your dream !
Itulah cinta yang sejati..
Bukannya seperti prinsip " Easy come.. Easy go... "
Lebih baik menunggu orang yang benar benar kita inginkan
Daripada berjalan bersama orang " yang tersedia "
Lebih baik menunggu orang yang kita cintai
Daripada orang yang berada di " sekelilingmu "
Lebih baik menunggu orang yang tepat
Karena hidup ini terlalu berharga dan terlalu singkat
Untuk dibuang dengan hanya " seseorang "
Atau untuk dibuang dengan orang yang tidak tepat
Kadang kala, orang yang kita cintai adalah orang yang paling
menyakiti hatimu
Dan kadang kala teman yang membawamu di dalam pelukannya
Dan menangis bersamamu adalah cinta yang tidak kita sadari
Ucapan yang keluar dari mulut seseorang
Dapat membangun orang lain, tetapi dapat juga menjatuhkannya
Bila bukan diucapkan pada orang, waktu, dan tempat yang benar
Ini jelas bukan sesuatu yang bijaksana
Ucapan yang keluar dari mulut seseorang
Dapat berupa kebenaran ataupun kebohongan untuk menutupi isi hati
Kita dapat mengatakan apa saja dengan mulut kita
Tetapi isi hati kita yang sebenarnya tidak akan dapat dipungkiri
Apabila kita hendak mengatakan sesuatu..
Tataplah matamu di cermin dan lihatlah kepada matamu
Dari situ akan terpancar seluruh isi hatimu
Dan kebenaran akan dapat dilihat dari sana
Ditulis oleh : Kristian Sirait
Pecinta-pecinta yang memandang pernikahan sebagai tujuan akhir
jalinan [cinta] mereka mungkin akan sangat terkejut begitu
menyadari, biasanya tak lama seusai hari perkawinan, bahwa
pernikahan tidak menyenangkan sama sekali: orang yang pernah
dipandang selaku kekasih ideal pasti berubah menjadi orang biasa
yang tak sempurna. Karenanya cerita cinta Hollywood pada
khususnya
amat menyesatkan: saya yakin kalian pernah melihat banyak film
dan/atau membaca banyak novel yang mengisahkan pria dan wanita
yang
saling jatuh cinta, berusaha mengatasi berbagai kendala demi
pemenuhan cinta mereka, akhirnya menkah, dan kemudian berangkat
ke
arah tenggelamnya matahari pada akhir film itu, untuk “hidup bahagia
selamanyaâ€. Pada akhir kisah semacam itu sebagian besar dari kita
berkeinginan “sekiranya aku pun demikian ...â€. Namun waspadalah:
hal
yang utuh tersebut merupakan impian yang mustahil, karena akhir
cerita film tersebut mungkin mengawali perjuangan hidup kita!
Pelajaran yang diajarkan kepada kita adalah tetapkanlah
tujuan-tujuan yang tinggi dalam penjalinan percintaan (bahkan,
barangkali tujuan-tujuan mutlak), [sedemikian rupa] sehingga setiap
langkah kecil di sepanjang jalan itu (setiap “persatuan-kembali
miniâ€, kalau bisa disebut) bisa membawakan kebahagiaan luar biasa
dan, di samping itu, melengkapi kebahagiaan yang dialami dalam
proses penggiringan menuju langkah itu, tanpa mengikis basis jalinan
cintanya. Dengan kata lain, selalu ada ruang bagi jalinan apa pun
untuk tumbuh menuju tingkat cinta yang lebih mendalam: kita jangan
sampai berharap untuk mencapai “cinta sejatiâ€, karena cinta sejati
ialah proses pencapaian menuju suatu tujuan puncak. Pemenuhan
tujuan
ini merupakan ujung cinta, dan karenanya hanya bisa tiba pada (atau
sesudah) akhir kehidupan. Karena itulah, sebagaimana yang akan kita
saksikan di Pekan XII, kematian merupakan topik yang amat penting
dalam ontologi. Namun sementara itu, kita harus mengakui bahwa
masalah kita tak terpecahkan oleh sekadar pemahaman terhadap
hakikat
ontologis cinta; proses pemahaman terhadap yang-merupakan cinta,
seperti ontologi itu sendiri, adalah “suatu tugas tanpa akhir†(LPJ 20).
Seusai melengkapi paparannya tentang hakikat cinta, Kris
menjelaskan
empat jalan terwujudnya cinta yang berlainan. Cinta itu sendiri
merupakan “satu†jalan yang dimiliki oleh yang-ada (LPJ 27); itu
selalu merupakan kendali menuju persatuan-kembali dari
yang-terpisah. Namun kendali ini muncul dalam banyak bentuk yang
berbeda-beda. Keempat bentuk yang dibahas oleh Kris itu bisa
dianggap sebagai sebuah 2LAR sempurna, yang tersusun dari dua
pertanyaan: (1) Apakah bentuk cinta itu pribadi? dan (2) Apakah itu
timpang (sebagai lawan dari saling memberi)? Secara demikian,
bentuk-bentuk itu bisa dipetakan pada salibnya dengan cara berikut
ini:
agape
(adipribadi, timpang)
eros epitimia
(lintaspribadi, (nirpribadi,
timpang saling memberi)
filia
(pribadi, saling memberi)
Gambar X.6: Empat Tipe Dasar Cinta
|